Broker forex penipu? Broker forex Nakal? Siapa takut! bagian 2

Artikel berikut merupakan sambungan dari artikel kecurangan-kecurangan broker forex penipu/broker forex nakal, dengan artikel ini anda sudah bisa membedakan broker forex yang akan menjadi partner bisnis anda (trader). Adapun jenis-jenis kecurangan broker yang lain diantaranya:

1. Minimum Deposit

Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa para broker berlomba-lomba meminimalkan deposit untuk membuka account dan bukan membesarkannya? Karena para broker paham, apabila untuk membuka account diperlukan minimal deposit harus USD 10.000, tentunya tidak banyak yang mampu. Oleh karenanya diminimalkan deposit tersebut agar banyak yang tertarik. Belum lagi ditambah iming-iming, bila Anda melakukan deposit sebesar US$ 100 maka akan ditambah bonus US$ 30. Nah, siapa yang tidak tertarik dengan bonus?

Setelah deposit diterima broker, maka live account dibuka dengan leverage 1:500. Bayangkan, betapa baik hatinya si broker ini, sudah diberi bonus US$ 30 masih ditambah lagi dengan diberikan leverage yang sangat tinggi. Wah, rasanya Anda benar-benar seseorang yang sangat bonafid yang dipercaya broker. Padahal si broker paham betul bahwa persentase gagal adalah 95%, hanya 5% saja yang mampu lolos. Mudah ditebak apa yang terjadi selanjutnya bukan?

Broker forex penipuModal kecil dengan leverage tinggi adalah racun yang mematikan seketika. Tidak menjadi masalah memberikan bonus US$ 30 atau bahkan US$ 3000 di muka, toh si broker tinggal menunggu waktu saja agar US$ 30 tersebut kembali ke kantongnya. Belum lagi setelahnya masih ditambah US$ 100 dari uang modal Anda yang lenyap karena mengalami loss
Broker sebenarnya hanya meminjamkan kepada Anda US$ 30 tersebut. Memang awalnya seolah-olah seperti diberikan gratis untuk Anda, tetapi dengan persentase kegagalan di forex yang sebesar 95%, tentunya hanya masalah waktu saja agar uang tersebut kembali lagi ke kantong broker.

2. No Connection

Hal ini akan terjadi apabila Anda berkali-kali mampu profit dalam jumlah besar sehingga broker merasa perlu untuk mengawasi trading yang Anda lakukan. Cara yang dilakukan broker, pada saat trading memperoleh profit maka Metatrader dibuat loss connection alias hilang koneksi padahal koneksi internet baik-baik saja, yang hilang hanyalah koneksi di Metatrader.
Akibat tidak ada koneksi, maka Anda pun tidak dapat menutup posisi yang sedang profit. Ini akan memberikan waktu kepada broker. Perlu diingat, market selalu berubah arah sehingga profit yang Anda peroleh tidak lagi sebesar sebelumnya atau lebih parah lagi, profit berubah menjadi loss. Nah, kalau hal ini sudah terjadi maka koneksi Metatrader akan diaktifkan lagi oleh broker. Toh, bila nantinya Anda complain maka broker tinggal menjawab dengan enteng “kami sudah melakukan pengecekan dan semuanya baik-baik saja, mungkin komputer Anda yang bermasalah”. Sulit untuk dibuktikan, bukan?

No connection ini paling sering terjadi pada saat high impact news. Jangan harap stoploss yang telah dipasang akan bekerja, karena hal ini pernah dialami sendiri. Stoploss sama sekali tidak bekerja sehingga loss yang semula telah dibatasi hanya 30 pip saja, akhirnya menjadi 100 pip padahal garis stoploss tetap pada posisi semula. Pada saat high impact news, harga akan bergerak kencang dan oleh broker disengaja tidak dapat melakukan entry atau exit. Kalau belum yakin, silahkan saja mencobanya sendiri, tapi cobalah di live account karena akal-akalan broker paling banyak terjadi di live dan bukan di demo.

3. Slippage

Slippage adalah perbedaan harga yang dapat ditoleransi. Misalnya Anda ingin melakukan entry buy, tentunya setelah mouse di-klik dan kemudian perintah entry tersebut akhirnya sampai ke server broker memerlukan waktu. Akibat adanya jeda waktu maka harga telah berubah, tidak sama lagi dengan saat Anda meng-klik mouse.

Broker forex penipu

Misal Anda set slippage sebesar 3 pip, apabila selisih harga tidak lebih dari 3 pip, maka entry buy akan tereksekusi. Akan tetapi bila selisih harga lebih dari 3 pip, maka terjadi requotes dan Anda harus meng-klik mouse lagi untuk mengulang entry. Slippage digunakan broker bukan untuk menghalangi entry, tetapi untuk menghalangi exit. Dengan menghalangi exit, maka loss position akan mengalami loss lebih besar atau profit position menjadi memiliki laba lebih sedikit, akibat posisi tersebut terlambat exit karena sulit untuk di-closed. Tetapi permasalahan slippage ini hanya timbul apabila tidak digunakan stoploss, take profit, atau trailing stop. Akan tetapi, bukan berarti penggunaan stoploss dan take profit tidak bebas masalah, hal ini pun dapat dimanfaatkan oleh broker.

Demikianlah jenis-jenis kecurangan dari broker forex penipu, untuk itu anda sebagai seorang trader harus berhati-hati dalam menentukan broker forex, karena masih ada broker forex yang terpercaya untuk anda jadikan partner.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *